Wacana tentang penyuluh agama utama menjadi perhatian serius Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad. Menurutnya, sudah saatnya ada penyuluh agama utama.
Hal ini disampaikan Abu Rokhmad dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia, di Hotel Graha Dinar Syariah Bogor Jawa Barat, 7 – 9 Juli 2026.
Abu Rokhmad menyampaikan bahwa jajarannya sangat serius untuk mengawal kenaikan jenjang penyuluh agama untuk mencapai Penyuluh Agama Ahli Utama. “Kami rapat dengan BKN secara full time. Kami sampaikan bahwa sudah waktunya ada Penyuluh Agama Ahli Utama,” kata Abu Rohkmad.
Saat ini hampir semua jabatan fungsional sudah ada yang mencapai jenjang ahli utama, seperti dosen dan peneliti. Secara ruh, jabatan penyuluh lebih tua daripada dosen maupun peneliti. Oleh karena itu sudah sangat wajar jika ada penyuluh agama yang bisa mencapai jenjang ahli utama.
“Penyuluh agama boleh tidak jadi kepala seksi, tidak jadi kasubdit, tidak dari direktur, maupun dirjen. Tetapi harus bisa menjadi penyuluh agama ahli utama,” tegasnya.
Ia mengajak semua penyuluh untuk berjuang bersama. “Penyuluh yang mau pensiun silahkan pensiun. Mari yang muda muda kita berjuang bersama. Jadikan jenjang ahli utama sebagai ujung dari karir penyuluh,” lanjutnya.

