Peran Strategis Ketua IPARI Provinsi Riau Warnai Rakernas III IPARI di Bogor

admin
3 Min Read

Kemenag (Pekanbaru) – Ketua IPARI Provinsi Riau, Masrizal, S.Ag., M.H., yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam Ahli Madya Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, menunjukkan peran strategis dalam pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) yang berlangsung di Hotel Graha Dinar Syariah, Bogor, pada 7–9 Juli 2026.

Kepercayaan yang diberikan kepada Masrizal menjadi bukti atas kapasitas dan dedikasinya dalam organisasi. Pada forum nasional tersebut, ia tidak hanya mengemban amanah sebagai panitia pelaksana, tetapi juga didaulat menjadi pimpinan sidang pleno yang memimpin jalannya pembahasan hasil Sidang Komisi I, II, III, dan IV. Dengan kepemimpinan yang komunikatif dan penuh semangat kebersamaan, sidang pleno berlangsung tertib, demokratis, serta menghasilkan berbagai rekomendasi strategis bagi kemajuan organisasi.

Keikutsertaan delegasi Provinsi Riau juga diperkuat oleh Yulima Ozeni Yusnita, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Binawidya, Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, yang turut dipercaya menjadi panitia Rakernas III IPARI. Keterlibatan keduanya menjadi representasi kontribusi nyata penyuluh agama dari Provinsi Riau khususnya Kementerian Agama Kota Pekanbaru dalam menyukseskan agenda nasional organisasi.

Rakernas III IPARI mengusung tema “IPARI Merawat Negeri: Memperkuat Moderasi Beragama, Literasi Keagamaan, dan Advokasi Penyuluh Agama.” Tema tersebut menjadi landasan dalam merumuskan arah kebijakan dan program organisasi agar semakin adaptif terhadap tantangan zaman serta mampu memperkuat peran penyuluh agama sebagai garda terdepan pembinaan umat.

Berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan dalam sidang komisi, di antaranya penguatan kelembagaan IPARI sebagai organisasi profesi, peningkatan fungsi advokasi bagi penyuluh agama di seluruh Indonesia, penyempurnaan tata tertib organisasi, penguatan sistem jenjang karier dan kenaikan jabatan fungsional penyuluh agama, hingga pembahasan mekanisme iuran anggota sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian organisasi.

Masrizal menyampaikan bahwa Rakernas III IPARI merupakan momentum penting untuk mempererat sinergi antarpenyuluh agama sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, hasil Rakernas diharapkan mampu melahirkan kebijakan yang semakin berpihak kepada pengembangan kompetensi, perlindungan profesi, serta kesejahteraan penyuluh agama di Indonesia.

Kepercayaan yang diberikan kepada Ketua IPARI Provinsi Riau sebagai pimpinan sidang pleno sekaligus keterlibatan penyuluh agama asal Riau dalam kepanitiaan nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi Provinsi Riau. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluh agama Riau terus berkontribusi aktif dalam pembangunan organisasi profesi di tingkat nasional serta siap mendukung terwujudnya IPARI yang semakin profesional, solid, dan bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara. (YOY)

Share This Article
Tidak ada komentar